Sektor Konstruksi Bisa Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi Usai Covid-19

Bisnis.com, JAKARTA — Ikatan Nasional Konsultan Indonesia meyakini sektor konstruksi dapat menjadi lokomotif dalam pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.

Ketua Umum DPN Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Peter Frans mengatakan sektor konstruksi termasuk di dalamnya kontraktor dan konsultan dapat menjadi motor utama atau lokomotif pemulihan industri.

Hal ini dapat dicapai dengan catatan sektor konstruksi tetap berjalan atau tidak berhenti di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, meskipun termasuk dalam sektor yang dikecualikan, kondisi di lapangan ada pekerjaan konstruksi yang terhenti.

Baca Juga : Inkindo : Sektor Konstruksi Terhenti, Pelaku Usaha Bisa Kolaps

"Ini yang menjadi kegelisahan saya, konsultan bagian dari konstruksi mengambil langkah untuk memulihkan industri ini, menjadi motor, saya pikir konstruksi bisa jadi lokomotif, jika konstruksi jalan, akan ada multiplier effect," jelasnya melalui konferensi video, Kamis (14/5/2020).

Lebih lanjut, Peter menambahkan bahwa sektor konstruksi memiliki sekitar 10 juta tenaga kerja dan menjadi salah satu penyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) yang cukup besar.

Jika mengutip publikasi Badan Pusat Statistik, Konstruksi dalam Angka 2019, peran sektor konstruksi terhadap perekonomian Indonesia terlihat dari persentase terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 10,60 persen pada triwulan III/2019.

Oleh karena itu, katanya, seharusnya sektor konstruksi bisa tetap berjalan untuk menjaga keberlangsungan industri. "Konstruksi paling cepat bangkit pada era pandemi ini."

Di sisi lain, Peter juga mengapresiasi stimulus yang diberikan melalui peraturan Menteri Keuangan (PMK) berupa pengurangan pajak. Namun, menurutnya, sektor konstruksi perlu stimulus lagi.

"Menurut saya, kalau ditanya konstruksi ya, PPh [pajak penghasilan] perorangan pada masa Covid-19 dihilangkan, PPh 21 untuk tenaga kerja konstruksi, kalau stimulus ke perusahaan kan tidak mungkin. Jadi, ke orang. Jadi, pajak badan dan personel harus dikurangi," jelasnya.

Sementara itu, Bendahara Umum Inkindo Kasim Kasmin mengatakan bahwa dampak Covid-19 sangat dirasakan di sektor konstruksi.

Dia mengungkapkan bahwa sebagai pelaku usaha, pihaknya kemungkinan terpaksa merumahkan sebagian karyawan bulan depan karena omzet yang menurun hingga 50 persen pada bulan ini.

"Kepastian pembayaran sangat memengaruhi, kejelasan kegiatan mana yang akan dipotong, beban yang seharusnya diringankan dengan relaksasi itu juga belum ada kejelasan, sangat miris, di daerah juga lebih parah lagi karena tidak jalan," jelasnya.

Menurutnya, lebih kurang 70 persen anggota Inkindo yang sekitar 5.000 akan mengalami kesulitan sebagai dampak Covid-19. Oleh karena itu, ujarnya, diperlukan kebijakan yang tepat.

Saat ini, Inkindo yang merupakan asosiasi perusahaan jasa konsultan yang berdiri sejak 4 dekade lebih itu memiliki 6.252 anggota perusahaan jasa konsultan nasional dan 120 perusahaan afiliasi/asing yang tersebar di 34 provinsi.


Berita Lainnya

 

Survey Dampak Pandemi Covid19 Untuk Konsultan | Eps. 1
Yukkk !!! Sobat Konsultan Anggota INKINDO isi langsung kuesioner pada link  https://forms.gle/wrvhbZmmgDUVNBcV9 Ditunggu yaa !!! #salamkonsul...
KONSTRUKSI BISA BANGKIT LEBIH CEPAT
Bisnis, JAKARTA — Ikatan Nasional Konsultan Indonesia meyakini sektor konstruksi bisa bangkit lebih cepat daripada sektor lain setelah pandemi viru...
Inkindo : Sektor Konstruksi Terhenti, Pelaku Usaha Bisa Kolaps
Sektor konstruksi diharapkan bisa tetap bekerja dengan catatan menerapkan prosedur dan protokol Covid-19, mulai dari manajemen, rantai pasok, hingga p...
Ketum Inkindo Harapkan Sektor Konstruksi Tetap Berjalan Pasca Covid-19
SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Umum Ikatan Konsultan Nasional Indonesia (Inkindo) Peter Frans berharap sektor konstruksi sebagai sektor yang dikecuali...